Aksi Nyata Budaya Positif Dilingkungan SMA Negeri 4 Sibolga
Judul : Aksi Nyata Budaya Positif Dilingkungan SMA Negeri 4 Sibolga
Nama : Berti Octavia Asina Siregar
CGP : Angkatan 7 Kota Sibolga
Untuk membangun budaya yang positif, sekolah perlu menyediakan lingkungan yang positif, aman, dan nyaman agar murid-murid mampu berpikir, bertindak, dan mencipta dengan merdeka, mandiri, dan bertanggung jawab.Salah satu strategi yang perlu ditinjau ulang adalah bentuk disiplin yang dijalankan selama ini di sekolah saya SMA Negeri 4 Sibolga.
Sudah sewajarnya, kami guru di sekolah ini mulai menerapkan dan membangun budaya positif secara bersama-sama dengan warga sekolah, bahu-membahu dengan dimulai dari diri sendiri, untuk selanjutnya ditularkan kepada murid kami sebagai subyek pendidikan dalam rangka menggapai Profil Pelajar Pancasila.
Berdasarkan filosofi Ki Hadjar Dewantara, tidak ada keabadian dalam kehidupan manusia dan lingkungannya.Pengaruh alam dan zaman adalah penguasa kodrat yang tidak bisa dihindari oleh manusia.Anak-anak merupakan sebuah kehidupan yang akan tumbuh menurut kodratnya sendiri, yaitu kekuatan hidup lahir dan hidup batin mereka. Maka, Ki Hadjar Dewantara menekankan arti penting memperhatikan kodrat alam dalam diri anak semasa pendidikan.
Hal tersebut berarti Pendidikan itu sudah setua usia manusia ketika manusia mulai bertahan hidup dan mempertahankan hidup dengan membangun peradabannya.Mendidik anak itu sama dengan mendidik masyarakat karena anak itu bagian dari masyarakat. Mendidik anak berarti mempersiapkan masa depan anak untuk berkehidupan lebih baik, demikian pula dengan mendidik masyarakat berarti mendidik bangsa.
Sebagai pendidik, kita diberikan tugas untuk dapat membentuk calon-calon penerus bangsa yang memiliki karakter jujur, berkeadilan, bertanggung jawab, peduli dan saling menghormati karena membangun karakteristik seseorang bukanlah hal yang mudah, bahkan sangat sulit akan tetapi semuanya itu akan terwujud jika dilakukan dengan bersama.
Guru berkolaborasi dengan orang tua/ wali murud dan elemen-elemen yang terilbat dalam pendidikan di sekolah tersebut untuk dapat menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada murid agar mereka terarahdan memiliki karakter baik dengan membangun komunitas di sekolah untuk menyiapkan murid di masa depan agar menjadi manusia berdaya tidak hanya untuk pribadi tapi berdampak pada masyarakat yang mengacu pada Profil Pelajar Pancasila, “Pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai nilai-nilai profil pelajar pancasila.” yaitu: 1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, 2) mandiri, 3) bergotong-royong, 4) berkebinekaan global, 5) bernalar kritis, dan 6) kreatif.
Mengenai budaya positif di sekolah yang berpihak pada murid. Untuk membahas konsep budaya positif, kita perlu mengetahui definisi budaya sekolah. Budaya sekolah merupakan nilai-nilai dan keyakinan-keyakinan yang dibangun dalam jangka waktu lama yang tercermin pada sikap keseharian seluruh komponen sekolah. Dalam kebanyakan sekolah di Indonesia, contoh budaya sekolah yang sudah berjalan dengan baik adalah budaya senyum, salam, dan sapa.
Tentunya, budaya sekolah tersebut masih perlu dilaksanakan mengingat perannya yang dapat membuat sekolah menjadi lingkungan yang nyaman. Budaya positif di sekolah ialah nilai-nilai, keyakinan-keyakinan, dan kebiasaan-kebiasaan di sekolah yang berpihak pada murid agar murid dapat berkembang menjadi pribadi yang kritis, penuh hormat dan bertanggung jawab.


.jpeg)
Komentar
Posting Komentar